Mts Fatahillah – MEDIA FATAHILLAH https://ppfatahillah.sch.id Informatif • Edukatif • Islami Sat, 20 Jun 2026 04:34:37 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.5 https://ppfatahillah.sch.id/wp-content/uploads/2026/06/cropped-cropped-WhatsApp-Image-2026-06-20-at-10.18.17-32x32.jpeg Mts Fatahillah – MEDIA FATAHILLAH https://ppfatahillah.sch.id 32 32 Pesan KH Ahmad Nizar Jakfar Menggema dalam Pelepasan Santri MTs dan MA Fatahillah Probolinggo https://ppfatahillah.sch.id/pesan-kh-ahmad-nizar-jakfar-menggema-dalam-pelepasan-santri-mts-dan-ma-fatahillah-probolinggo/ https://ppfatahillah.sch.id/pesan-kh-ahmad-nizar-jakfar-menggema-dalam-pelepasan-santri-mts-dan-ma-fatahillah-probolinggo/#respond Sat, 20 Jun 2026 04:26:16 +0000 https://ppfatahillah.sch.id/?p=7114

Probolinggo – Tangis haru, rasa syukur, dan kebanggaan menyelimuti acara Pelepasan Santri Kelas IX MTs Fatahillah dan Kelas XII MA Fatahillah Tahun Pelajaran 2025/2026 yang diselenggarakan oleh Yayasan Fatahillah. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para santri setelah menempuh proses pendidikan dan pembinaan karakter di lingkungan pesantren dan madrasah.

Acara yang dihadiri oleh pengasuh pondok pesantren, pengurus yayasan, dewan guru, wali santri, serta para tamu undangan tersebut berlangsung khidmat dan penuh makna. Pelepasan ini bukan sekadar perpisahan, tetapi menjadi penanda dimulainya perjalanan baru para santri untuk mengabdikan ilmu yang telah diperoleh kepada masyarakat.

Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, pesan-pesan perjuangan almaghfurlah KH. Ahmad Nizar Jakfar kembali dikenang dan digaungkan. Sosok pendiri Pondok Pesantren Fatahillah yang dikenal istiqamah dalam perjuangan dakwah dan pendidikan itu meninggalkan warisan besar berupa semangat keilmuan, akhlakul karimah, kemandirian, serta kecintaan kepada Al-Qur’an dan Ahlussunnah wal Jamaah. Pondok Pesantren Fatahillah sendiri dirintis oleh beliau dan terus berkembang hingga menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam yang dipercaya masyarakat.

Para lulusan diingatkan agar tidak berhenti belajar meskipun telah menyelesaikan pendidikan di MTs maupun MA. Ilmu yang diperoleh selama belajar di Fatahillah hendaknya menjadi bekal untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Kemajuan teknologi dan perubahan sosial harus disikapi dengan ilmu, akhlak, dan keteguhan iman sehingga para santri mampu menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

Selain prestasi akademik, para santri juga dibekali dengan pendidikan keagamaan, pembiasaan ibadah, penguatan karakter, serta tradisi pesantren yang menjadi ciri khas Yayasan Fatahillah. Nilai-nilai tersebut diharapkan tetap terjaga dan diamalkan di manapun para alumni melanjutkan pendidikan maupun berkiprah di tengah masyarakat.

Kepada para wali santri, yayasan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan selama proses pendidikan berlangsung. Keberhasilan para santri hari ini merupakan hasil sinergi antara keluarga, guru, dan lingkungan pesantren yang terus berupaya membentuk generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.

Di akhir acara, doa bersama dipanjatkan agar seluruh lulusan diberikan kemudahan dalam melanjutkan pendidikan, memperoleh ilmu yang bermanfaat, serta senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. Harapan besar disematkan kepada mereka agar menjadi penerus perjuangan ulama yang mampu menjaga nilai-nilai Islam, membawa manfaat bagi masyarakat, dan mengharumkan nama almamater Yayasan Fatahillah.

“Kelulusan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal pengabdian. Teruslah belajar, menjaga akhlak, menghormati guru dan orang tua, serta mengamalkan ilmu yang telah diperoleh demi kemaslahatan umat.”

Selamat dan sukses kepada seluruh lulusan MTs Fatahillah dan MA Fatahillah Tahun Pelajaran 2025/2026. Semoga menjadi generasi yang shalih, berprestasi, dan membawa keberkahan bagi agama, bangsa, dan keluarga.

]]>
https://ppfatahillah.sch.id/pesan-kh-ahmad-nizar-jakfar-menggema-dalam-pelepasan-santri-mts-dan-ma-fatahillah-probolinggo/feed/ 0
Menyatukan Langkah untuk Penjaringan Santri Baru 2026/2027 https://ppfatahillah.sch.id/menyatukan-langkah-untuk-penjaringan-santri-baru-2026-2027/ https://ppfatahillah.sch.id/menyatukan-langkah-untuk-penjaringan-santri-baru-2026-2027/#comments Wed, 03 Jun 2026 14:51:14 +0000 https://ppfatahillah.sch.id/?p=7088
Keluarga Besar Pondok Pesantren Fatahillah

Oleh: Muslimin Syaba

Generasi Penerus adalah Amanah

Hari ini kita tidak sekadar berbicara tentang penerimaan santri baru. Kita sedang berbicara tentang amanah besar yang Allah titipkan kepada kita: generasi penerus umat.Setiap anak yang datang mendaftar ke Pondok Pesantren Fatahillah adalah amanah.

Setiap usaha yang kita lakukan untuk mengajak, mengenalkan, dan membimbing mereka menuju pondok ini merupakan bagian dari dakwah yang bernilai ibadah.

Mengapa Kita Harus Mendukung Penjaringan Santri Baru?

1. Melanjutkan Estafet Perjuangan Para Pendiri

Pondok Pesantren Fatahillah didirikan bukan untuk berdiri tanpa penerus. Pondok ini hadir agar ilmu, adab, serta nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah terus hidup dan berkembang dari generasi ke generasi.

Jika kita berhenti bergerak, maka estafet perjuangan itu dapat terputus di tangan kita. Karena itu, menjaga keberlangsungan pondok melalui penjaringan santri baru adalah tanggung jawab bersama.

2. Keberhasilan Pondok adalah Keberhasilan Bersama

Bertambahnya jumlah santri bukan semata-mata untuk kebanggaan, melainkan agar syiar Islam semakin luas dan manfaat pendidikan pesantren semakin dirasakan masyarakat.

Santri yang berkualitas, sesuai harapan pengasuh, merupakan hasil kerja keras seluruh keluarga besar pondok: para ustadz, ustadzah, pengurus, dan seluruh pengabdi yang mendidik mereka di kelas, di asrama, di masjid, bahkan di luar jam pembelajaran.

Setiap tetes keringat dan pengorbanan yang diberikan tidak akan pernah luput dari penilaian Allah SWT.

3. Menjadi Amal Jariyah yang Terus Mengalir

Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”(HR. Muslim)

Setiap santri yang datang, belajar, dan kemudian tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi umat, akan menjadi bagian dari pahala yang terus mengalir kepada mereka yang berkontribusi dalam proses pendidikan tersebut.

Inilah investasi akhirat yang tidak pernah merugi.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

1. Satukan Niat dan Langkah

Mari menjadi duta Pondok Pesantren Fatahillah di lingkungan masing-masing. Sampaikan kebaikan dan keunggulan pondok kepada keluarga, tetangga, jamaah pengajian, serta masyarakat sekitar dengan penuh keikhlasan dan rasa bangga.

2. Menampilkan Wajah Fatahillah yang Ramah

Ketika ada calon wali santri yang bertanya atau berkunjung, sambut mereka dengan keramahan, senyuman, dan informasi yang jelas.

Kesan pertama yang mereka rasakan adalah cerminan akhlak dan budaya yang hidup di lingkungan pondok.

3. Terus Mendoakan dan Membimbing

Jangan pernah lelah memohon kepada Allah SWT agar menghadirkan santri-santri yang saleh dan salehah, cerdas, berakhlak mulia, serta sesuai dengan visi dan harapan pengasuh pondok.

Niatkan setiap usaha, waktu, tenaga, dan pengorbanan sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT.

Menjemput Keberkahan Bersama

Para pengabdi Pondok Pesantren Fatahillah yang kami hormati,

Jangan hanya melihat jumlah santri yang datang. Lihatlah keberkahan yang mungkin lahir dari mereka. Satu santri yang terdidik dengan baik dapat tumbuh menjadi kiai, guru, dai, pemimpin umat, atau pelayan masyarakat yang membawa manfaat bagi banyak orang.

Ketika itu terjadi, insya Allah kita semua turut mendapatkan bagian dari pahala dan keberkahannya.Mari jadikan Program Penjaringan Santri Baru Tahun Ajaran 2026–2027 sebagai ladang amal bersama.

Bekerja dengan ikhlas, bergerak dengan kompak, dan bertawakal sepenuhnya kepada Allah SWT.

Semoga setiap langkah, setiap kata, dan setiap tenaga yang kita curahkan untuk menghadirkan santri-santri terbaik di Pondok Pesantren Fatahillah dicatat sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir hingga akhir hayat.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Ya Tuhan kami, terimalah amal kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 127)

Semoga Allah SWT meridhai setiap ikhtiar kita. Aamiin.

]]>
https://ppfatahillah.sch.id/menyatukan-langkah-untuk-penjaringan-santri-baru-2026-2027/feed/ 2
Buka Bersama Yayasan Fatahillah: Menguatkan Silaturahmi dan Sinergi Lintas Lembaga https://ppfatahillah.sch.id/buka-bersama-yayasan-fatahillah-menguatkan-silaturahmi-dan-sinergi-lintas-lembaga/ https://ppfatahillah.sch.id/buka-bersama-yayasan-fatahillah-menguatkan-silaturahmi-dan-sinergi-lintas-lembaga/#respond Tue, 17 Mar 2026 21:17:35 +0000 https://ppfatahillah.sch.id/?p=7072

Buka bersama di Yayasan Fatahillah kembali menjadi agenda rutin tahunan yang penuh makna. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi momen berbagi hidangan berbuka, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi di antara seluruh pengurus, guru formal dan nonformal, serta seluruh elemen yang terlibat dalam pengembangan yayasan.

Rangkaian acara diawali dengan kegiatan tahlil dan istighotsah, sebagai bentuk doa bersama untuk keberkahan, kemajuan, serta kekuatan dalam menjalankan amanah pendidikan. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan terasa, menyatukan hati dalam harapan yang sama

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi serta evaluasi lintas lembaga, baik formal maupun nonformal. Lembaga formal yang turut berpartisipasi meliputi PAUD, TK, SDI Fatahillah, MTs Fatahillah, hingga MA Fatahillah. Sementara itu, dari jalur nonformal hadir Madin Fatahillah dan Pesantren Fatahillah, bersama seluruh komite. Forum ini menjadi ruang penting untuk berbagi gagasan, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan yayasan secara menyeluruh.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta mengikuti foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan kekompakan keluarga besar Yayasan Fatahillah.

Tak kalah menarik, momen yang paling dinantikan khususnya oleh para ibu guru dan ustadzah adalah pembagian baju dari pengasuh, Ibu Nyai Wardah. Kegiatan ini menjadi wujud perhatian dan kasih sayang, sekaligus menambah kebahagiaan dalam kebersamaan yang telah terjalin.

Melalui kegiatan buka bersama ini, diharapkan semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan sinergi antar lembaga di Yayasan Fatahillah semakin kuat, demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berakhlakul karimah.

]]>
https://ppfatahillah.sch.id/buka-bersama-yayasan-fatahillah-menguatkan-silaturahmi-dan-sinergi-lintas-lembaga/feed/ 0
Senyum Bahagia Keluarga Besar MTs Fatahillah https://ppfatahillah.sch.id/senyum-bahagia-keluarga-besar-mts-fatahillah/ https://ppfatahillah.sch.id/senyum-bahagia-keluarga-besar-mts-fatahillah/#comments Sun, 01 Feb 2026 00:01:13 +0000 https://ppfatahillah.sch.id/?p=7057

Suasana penuh kebahagiaan menyelimuti kediaman Ustadzah Siti Aisyah yang beralamat di Desa Liprak, Kecamatan Banyunyar, Kabupaten Probolinggo. Keluarga Besar MTs Fatahillah Sumberkerang berkunjung dengan penuh kehangatan untuk menjenguk kelahiran buah hati tercinta pasangan M. Ja’far Salimuddin dan Siti Aisyah, yaitu seorang putra yang diberi nama Muhammad Naufal Amin.

Kehadiran rombongan dewan guru MTs Fatahillah menjadi wujud nyata rasa kekeluargaan dan kepedulian antar sesama. Senyum bahagia terpancar jelas dari wajah kedua orang tua Muhammad Naufal Amin, kebahagiaan yang turut dirasakan oleh seluruh rekan sejawat yang hadir. Suasana silaturahmi berlangsung akrab, penuh kehangatan, dan diliputi rasa syukur kepada Allah SWT.

Dalam pertemuan tersebut, selain berbagi kebahagiaan atas kelahiran sang buah hati, terselip pula pesan-pesan penuh makna. Para guru saling mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan hubungan antara suami, istri, dan anak, serta pentingnya mengatur jarak kehamilan demi kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Canda ringan pun turut menghangatkan suasana, termasuk doa tulus bagi rekan-rekan guru yang masih sendiri agar segera dipertemukan dengan jodoh terbaik, baik di dunia maupun di akhirat.

Pada kesempatan tersebut, Ustadz Muslimin, Kepala MTs Fatahillah Sumberkerang, menyampaikan harapannya agar kebersamaan dan silaturahmi seperti ini senantiasa terjaga.“Semoga keluarga besar MTs Fatahillah selalu diberkahi kekompakan, dan Muhammad Naufal Amin kelak tumbuh menjadi anak yang saleh, berbakti kepada orang tua, serta menjadi kebanggaan bagi keluarga, agama, dan bangsa,” pungkasnya.

]]>
https://ppfatahillah.sch.id/senyum-bahagia-keluarga-besar-mts-fatahillah/feed/ 3
Anak Lebih Fokus ke Layar HP Saat Makan, Risiko Weight Faltering Perlu Diwaspadai https://ppfatahillah.sch.id/anak-lebih-fokus-ke-layar-hp-saat-makan-risiko-weight-faltering-perlu-diwaspadai/ https://ppfatahillah.sch.id/anak-lebih-fokus-ke-layar-hp-saat-makan-risiko-weight-faltering-perlu-diwaspadai/#respond Wed, 14 Jan 2026 03:39:23 +0000 https://ppfatahillah.sch.id/?p=7029

Kebiasaan makan sambil menatap layar ponsel sering dianggap sebagai solusi agar anak mau membuka mulut dan menghabiskan makanannya. Padahal, kebiasaan ini justru dapat berdampak kurang baik bagi tumbuh kembang anak.

Saat perhatian anak teralihkan ke layar, ia tidak fokus pada proses makan. Akibatnya, asupan gizi harian yang masuk ke tubuh anak sering kali tidak mencukupi secara konsisten. Dalam jangka waktu tertentu, kondisi ini dapat berujung pada weight faltering, yaitu keadaan ketika berat badan anak tidak mengalami kenaikan sesuai dengan usianya dan berisiko berlanjut pada stunting.

Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai

Cepat merasa kenyangMengonsumsi makanan dalam jumlah sangat sedikitSering melewatkan waktu makan karena lebih tertarik pada HP atau gawaiDurasi makan menjadi lebih lama karena tidak fokus1

Anak tampak seperti makan, tetapi:

• Cepat merasa kenyang

• Mengonsumsi makanan dalam jumlah sangat sedikit

• Sering melewatkan waktu makan karena lebih tertarik pada HP atau gawai

• Durasi makan menjadi lebih lama karena tidak fokus

Hal yang sering luput disadari oleh orang tua adalah anak tetap terlihat aktif dan tenang. Namun, ketika berat badan ditimbang secara rutin, angkanya tidak mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

Makan Bukan Sekadar Aktivitas

Makan bukan hanya rutinitas, tetapi merupakan kebutuhan utama tubuh anak untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun mentalnya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mulai membiasakan anak makan tanpa layar, menghadirkan suasana makan yang fokus dan menyenangkan, serta memantau berat badan anak secara berkala.

Satu kebiasaan kecil yang dibentuk hari ini dapat menentukan kesehatan dan kualitas tumbuh kembang anak di masa depan.

Orang tua merupakan pihak yang paling dekat dengan anak dalam kehidupan sehari-hari. Pola asuh, kebiasaan orang tua, serta cara anak menggunakan alat komunikasi seperti HP atau tablet akan sangat menentukan apakah gawai dapat digunakan secara bijak dalam kehidupan keluarga.

(Lailatul Fiqriyah, Guru MTs Fatahillah)

]]>
https://ppfatahillah.sch.id/anak-lebih-fokus-ke-layar-hp-saat-makan-risiko-weight-faltering-perlu-diwaspadai/feed/ 0
Yayasan Fatahillah Gelar Rapat Koordinasi, Perkuat Sinergi Antar Lembaga https://ppfatahillah.sch.id/yayasan-fatahillah-gelar-rapat-koordinasi-perkuat-sinergi-antar-lembaga/ https://ppfatahillah.sch.id/yayasan-fatahillah-gelar-rapat-koordinasi-perkuat-sinergi-antar-lembaga/#comments Tue, 30 Dec 2025 00:26:14 +0000 https://ppfatahillah.sch.id/?p=7015

Sumberkerang, — Yayasan Fatahillah menggelar Rapat Koordinasi bersama Kepala Madrasah/Sekolah, Komite, Bendahara, serta Tim Media Yayasan Fatahillah, pada Ahad, 29 Desember 2025, di Sumberkerang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.

Rapat koordinasi tersebut dipandu oleh Sekretaris Yayasan Fatahillah, Muslimin Syaba, dan menjadi forum strategis untuk menyatukan visi serta memperkuat tata kelola kelembagaan di bawah naungan Yayasan Fatahillah.

Dalam rapat itu disepakati bahwa rapat komite di masing-masing lembaga akan dilaksanakan secara rutin dua kali dalam satu tahun. Sementara rapat yayasan yang melibatkan seluruh pimpinan lembaga dijadwalkan satu kali dalam setahun sebagai forum evaluasi dan penentuan arah kebijakan yayasan secara menyeluruh.

Selain itu, rapat juga menekankan pentingnya peran aktif guru dan komite dalam mengarahkan calon santri baru agar melanjutkan pendidikan dengan mondok di Pondok Pesantren Fatahillah Sumberkerang, sebagai upaya menjaga kesinambungan kaderisasi dan pendidikan pesantren.

Ketua Yayasan Fatahillah

Ketua Yayasan Fatahillah, Kiai Gufron, M.Pd, dalam arahannya menegaskan bahwa berkhidmah di bawah naungan Yayasan Fatahillah merupakan bagian dari melanjutkan perjuangan para pendiri pesantren.

“Berjuang di Yayasan Fatahillah bukan sekadar bekerja, tetapi melanjutkan perjuangan dan tirakat para pendiri, KH. Zaini Mun’im “beliau pernah menyampaikan bahwa di sumberkerang akan berdiri pesantren, yg terbukti saat ini berdiri pesantren Fatahillah” dan KH. Ahmad Nizar Jakfar, yang telah dirintis sejak tahun 1980,” ujar Kiai Gufron, M.Pd.

Ia juga menekankan pentingnya loyalitas dan keikhlasan seluruh guru dan pengurus sebagai pondasi keberlangsungan lembaga.

“Loyalitas dan keikhlasan guru serta pengurus akan berdampak pada kepedulian yayasan. Jika rasa memiliki kuat, maka insyaallah keberkahan akan menyertai perjuangan kita bersama,” imbuhnya.

Lebih lanjut, rapat turut membahas pentingnya pengenalan lingkungan Pondok Pesantren Fatahillah kepada calon santri baru maupun lembaga MI/SD di sekitar pesantren, guna menumbuhkan rasa cinta dan kedekatan sejak dini.

“Tak kenal maka tak cinta. Karena itu, pengenalan pesantren kepada anak-anak dan masyarakat sekitar menjadi langkah penting agar tumbuh kecintaan dan keinginan untuk mondok,” pungkasnya.

Melalui rapat koordinasi ini, Yayasan Fatahillah berharap sinergi antar lembaga semakin kuat, amanah perjuangan para pendiri tetap terjaga, serta pendidikan pesantren terus berkembang dalam mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak.

]]>
https://ppfatahillah.sch.id/yayasan-fatahillah-gelar-rapat-koordinasi-perkuat-sinergi-antar-lembaga/feed/ 7
Opini MTs Fatahillah https://ppfatahillah.sch.id/opini-mts-fatahillah/ https://ppfatahillah.sch.id/opini-mts-fatahillah/#respond Sat, 26 Jul 2025 10:11:39 +0000 https://ppfatahillah.sch.id/?p=6933 “Bercermin Sebelum Masuk Kelas”

“Guru” adalah sosok yang dalam dunia pendidikan dikenal sebagai digugu lan ditiru—disegani dan dijadikan teladan. Namun, kenyataannya tidak semua yang mengajar pantas digugu dan ditiru. Ada yang tiba-tiba menjadi guru, mendadak mengajar tanpa pernah belajar cara mendidik. Ia bangga menyandang gelar, namun hampa dari makna. Hadir di ruang kelas, tapi tak tahu ke mana arah pendidikan harus dibawa. Bahkan, ia lupa materi pelajaran yang seharusnya diajarkan—naifnya, malah bertanya pada murid: “Sampai di mana kita belajar terakhir?”

Ia fasih berbicara di depan murid, namun lupa memperbaiki diri di hadapan Ilahi.Padahal, mendidik bukan sekadar menyampaikan pelajaran, tetapi menumbuhkan jiwa dan membentuk akhlak. Jika belum mampu mendidik diri sendiri, bagaimana mungkin bisa membentuk generasi yang utuh?

Menjadi guru bukan hanya soal lulus seleksi atau hadir setiap hari.

Guru sejati hadir dengan kesadaran, ketulusan, dan kesiapan—baik secara materi maupun batin.

Ia terus belajar, siap memperbaiki diri, dan berani bercermin dari setiap kekeliruan. Ia membutuhkan hati yang lembut untuk mengasuh, telinga yang peka untuk mendengar, dan akal yang jernih untuk membimbing.

Jangan menjadi guru karena terpaksa oleh keadaan. Jadilah pendidik karena kesadaran dan pilihan. Bangun kesiapan batin, isi ilmu dengan keikhlasan, dan hiasi langkah dengan keteladanan.

Sebab, guru sejati bukanlah mereka yang hanya berdiri di depan kelas, tetapi mereka yang mampu menyalakan cahaya di hati muridnya.

Mendidik bukan tentang apa yang kamu ajarkan, tapi siapa dirimu saat mengajarkannya.”

#GuruYayasanFatahillah

#MTsFatahillahSumberkerang

]]>
https://ppfatahillah.sch.id/opini-mts-fatahillah/feed/ 0
Menapaki Jalan Ilmu: Sejarah MTs dan MA FATAHILLAH https://ppfatahillah.sch.id/menapaki-jalan-ilmu-sejarah-mts-dan-ma-fatahillah/ https://ppfatahillah.sch.id/menapaki-jalan-ilmu-sejarah-mts-dan-ma-fatahillah/#respond Thu, 17 Jul 2025 06:28:25 +0000 https://ppfatahillah.sch.id/?p=6921

Perjalanan berdirinya MTs dan MA FATAHILLAH tidak dapat dipisahkan dari semangat keilmuan dan dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh sosok perintis utamanya, Bapak H. Mursyid, S.E., M.Pd., seorang guru senior yang dikenal disiplin, visioner, dan penuh keteladanan. Beliau lahir pada tanggal 18 Juni 1980, menempuh pendidikan awal di MI dan MTs Salafiyah, kemudian melanjutkan ke SMA Negeri Gending, dan menjadi salah satu alumni berprestasi yang terus mendalami ilmu secara konsisten.

Sejak awal kariernya sebagai pendidik pada tahun 2003, beliau sudah menunjukkan kecintaannya terhadap dunia pendidikan. Latar belakang akademiknya sangat kuat dan membanggakan. Hingga saat ini, beliau telah meraih tiga gelar sarjana (S1) masing-masing dalam bidang Ekonomi Manajemen, Teknik Informatika, dan Ekonomi Pendidikan. Tidak berhenti di situ, beliau melanjutkan ke jenjang S2 dalam bidang Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan bahkan masih berkeinginan untuk menempuh studi magister lagi di bidang Pendidikan Agama Islam (PAI).

Dengan bekal keilmuan yang luas dan jiwa kepemimpinan yang kuat, pada tahun 2011/2012, beliau dipercaya oleh pengasuh Pondok Pesantren FATAHILLAH untuk merintis berdirinya MTs FATAHILLAH. Dalam proses awal pendirian, beliau tidak berjalan sendiri. Bersama Bapak Rusdianto, mereka berdua dikenal sebagai dua tokoh sentral perintis madrasah ini. MTs FATAHILLAH terus berkembang dari tahun ke tahun, hingga pada tahun 2015 kepemimpinan diserahkan kepada Bapak Kholilurrahman, dan sejak 2017 hingga kini, diteruskan oleh Bapak Muslimin.

Tahun 2015 juga menjadi titik penting berdirinya MA FATAHILLAH, yang dimulai di gedung bagian utara bersama dengan SD Islam FATAHILLAH. Kepala madrasah pertama MA FATAHILLAH adalah Bapak Umar Hamdan, kemudian pada tahun 2017, kepemimpinan sempat dijabat oleh Bapak Mursyid sebagai Pelaksana Tugas (PLT) sebelum akhirnya dilanjutkan oleh Bapak Mukhlasi.

Bapak Mursyid juga dikenal sebagai pribadi yang sangat menguasai teknologi dan informasi, dengan kemampuan luar biasa dalam dunia IT, desain digital, hingga manajemen sistem pendidikan modern. Tak heran jika banyak inovasi pembelajaran dan sistem administrasi digital yang digagas di lingkungan yayasan berasal dari tangan dingin beliau.

Di balik sosoknya yang ilmiah dan intelektual, beliau juga dikenal sebagai pribadi yang sederhana, rendah hati, dan senang berbagi. Hobi memasaknya sering kali membawanya menjadi juara 1 lomba memasak, bahkan di sela-sela kesibukan sebagai pendidik. Dalam kehidupan keluarga, beliau telah dikaruniai dua anak laki-laki dan satu perempuan.

Dalam banyak kesempatan, beliau selalu memberikan nasihat kepada para siswa dan santri, salah satunya yang sangat membekas:

“Belajarlah sungguh-sungguh agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Tinggalkan hal-hal yang tidak berguna seperti main HP berlebihan dan pergaulan tidak sehat. Kunci untuk meraih beasiswa dan sukses adalah unggul dalam prestasi.”

Kini, MTs dan MA FATAHILLAH menjadi bagian dari cita-cita besar Pondok Pesantren FATAHILLAH yang telah berdiri sejak tahun 1962, sebagai lembaga yang tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga berakhlak, tangguh, dan siap menghadapi tantangan zaman. Semangat para perintis, khususnya Bapak Mursyid, menjadi pondasi kuat dalam menapaki masa depan pendidikan yang lebih baik dan bermartabat.

Sebagai penutup dalam salah satu kegiatan besar madrasah, acara tersebut ditutup secara khidmat oleh Bapak Muslimin Syaba, yang merupakan perwakilan dari LPA (Lembaga Perlindungan Anak) Kabupaten Probolinggo sekaligus Kepala Madrasah MTs FATAHILLAH. Dalam penutupan tersebut, beliau menyampaikan materi edukatif bertema: “Empat Hak Anak dan Bahaya Perundungan serta Bentuk-Bentuk Bullying di Lingkungan Sekolah.

Melalui momen ini, Bapak Muslimin tidak hanya menutup acara secara formal, tetapi juga memberikan pesan penting bahwa pendidikan karakter dan perlindungan anak adalah fondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat secara mental, spiritual, dan sosial.

]]>
https://ppfatahillah.sch.id/menapaki-jalan-ilmu-sejarah-mts-dan-ma-fatahillah/feed/ 0
Ernawiyadi, M.Pd. Resmi Nahkodai PC PERGUNU Kraksaan 2025–2030, Dua Guru Yayasan Fatahillah Dilantik https://ppfatahillah.sch.id/ernawiyadi-m-pd-resmi-nahkodai-pc-pergunu-kraksaan-2025-2030-dua-guru-yayasan-fatahillah-dilantik/ https://ppfatahillah.sch.id/ernawiyadi-m-pd-resmi-nahkodai-pc-pergunu-kraksaan-2025-2030-dua-guru-yayasan-fatahillah-dilantik/#comments Tue, 20 May 2025 11:04:10 +0000 https://ppfatahillah.sch.id/?p=6827


Yayasan Fatahillah, Dalam suasana penuh khidmat dan semangat perubahan, Ernawiyadi, M.Pd. resmi dilantik sebagai Ketua Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC PERGUNU) Kraksaan untuk periode 2025–2030. Pelantikan berlangsung pada Selasa, 20 Mei 2025 di Auditorium Kampoeng Kita Hotel & Resto, Gading, Kabupaten Probolinggo, dengan dihadiri sejumlah tokoh pendidikan dan NU, termasuk jajaran Pengurus Wilayah PERGUNU Jawa Timur dan Ketua PCNU Kraksaan, Drs. KH. Ahmad Muzammil.

Dalam sambutannya, Ernawiyadi menyampaikan komitmennya untuk menguatkan peran PERGUNU sebagai organisasi yang aktif dalam meningkatkan kualitas guru, mengokohkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, serta mendorong kolaborasi antar lembaga pendidikan untuk kemajuan bersama.

Pelantikan ini juga menjadi momen istimewa bagi dua tenaga pendidik dari Yayasan Fatahillah-Muslimin, M.Pd.I dan Farid, S.Ag yang secara resmi dilantik sebagai pengurus PC PERGUNU Kraksaan periode 2025–2030. Keduanya merupakan kepala Madrasah Tsanawiyah sekaligus pengampu mata pelajaran Al-Qur’an dan Hadist. Kehadiran mereka mewakili Yayasan Fatahillah dalam kegiatan pelantikan, yang menunjukkan kiprah aktif yayasan dalam organisasi profesi guru Nahdlatul Ulama.

Ketua PCNU Kraksaan, KH. Ahmad Muzammil, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus baru. Ia berpesan bahwa organisasi harus berjalan secara koheren, dari pusat hingga daerah. Hal ini diwujudkan melalui:

  1. Program kerja yang sejalan dari atas ke bawah.
  2. Disiplin terhadap norma organisasi—taat terhadap peraturan NU dan AD/ART PERGUNU.
  3. Konsistensi dalam menjalankan agenda dari pusat, wilayah, hingga cabang.
  4. Kepemimpinan yang berjalan sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

KH. Muzammil juga menyampaikan pesan dari Almarhum KH. Abdul Wafi: ع ل ق (Alaqah), yang berarti “Bekerja”. Artinya, setiap pengurus harus membangun keterikatan dan dedikasi dalam bekerja untuk PERGUNU sebagai bentuk pengabdian dan ikatan moral.


]]>
https://ppfatahillah.sch.id/ernawiyadi-m-pd-resmi-nahkodai-pc-pergunu-kraksaan-2025-2030-dua-guru-yayasan-fatahillah-dilantik/feed/ 1