artikel – MEDIA FATAHILLAH https://ppfatahillah.sch.id Informatif • Edukatif • Islami Wed, 03 Jun 2026 15:02:02 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.5 https://ppfatahillah.sch.id/wp-content/uploads/2026/06/cropped-cropped-WhatsApp-Image-2026-06-20-at-10.18.17-32x32.jpeg artikel – MEDIA FATAHILLAH https://ppfatahillah.sch.id 32 32 Menyatukan Langkah untuk Penjaringan Santri Baru 2026/2027 https://ppfatahillah.sch.id/menyatukan-langkah-untuk-penjaringan-santri-baru-2026-2027/ https://ppfatahillah.sch.id/menyatukan-langkah-untuk-penjaringan-santri-baru-2026-2027/#comments Wed, 03 Jun 2026 14:51:14 +0000 https://ppfatahillah.sch.id/?p=7088
Keluarga Besar Pondok Pesantren Fatahillah

Oleh: Muslimin Syaba

Generasi Penerus adalah Amanah

Hari ini kita tidak sekadar berbicara tentang penerimaan santri baru. Kita sedang berbicara tentang amanah besar yang Allah titipkan kepada kita: generasi penerus umat.Setiap anak yang datang mendaftar ke Pondok Pesantren Fatahillah adalah amanah.

Setiap usaha yang kita lakukan untuk mengajak, mengenalkan, dan membimbing mereka menuju pondok ini merupakan bagian dari dakwah yang bernilai ibadah.

Mengapa Kita Harus Mendukung Penjaringan Santri Baru?

1. Melanjutkan Estafet Perjuangan Para Pendiri

Pondok Pesantren Fatahillah didirikan bukan untuk berdiri tanpa penerus. Pondok ini hadir agar ilmu, adab, serta nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah terus hidup dan berkembang dari generasi ke generasi.

Jika kita berhenti bergerak, maka estafet perjuangan itu dapat terputus di tangan kita. Karena itu, menjaga keberlangsungan pondok melalui penjaringan santri baru adalah tanggung jawab bersama.

2. Keberhasilan Pondok adalah Keberhasilan Bersama

Bertambahnya jumlah santri bukan semata-mata untuk kebanggaan, melainkan agar syiar Islam semakin luas dan manfaat pendidikan pesantren semakin dirasakan masyarakat.

Santri yang berkualitas, sesuai harapan pengasuh, merupakan hasil kerja keras seluruh keluarga besar pondok: para ustadz, ustadzah, pengurus, dan seluruh pengabdi yang mendidik mereka di kelas, di asrama, di masjid, bahkan di luar jam pembelajaran.

Setiap tetes keringat dan pengorbanan yang diberikan tidak akan pernah luput dari penilaian Allah SWT.

3. Menjadi Amal Jariyah yang Terus Mengalir

Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”(HR. Muslim)

Setiap santri yang datang, belajar, dan kemudian tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi umat, akan menjadi bagian dari pahala yang terus mengalir kepada mereka yang berkontribusi dalam proses pendidikan tersebut.

Inilah investasi akhirat yang tidak pernah merugi.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

1. Satukan Niat dan Langkah

Mari menjadi duta Pondok Pesantren Fatahillah di lingkungan masing-masing. Sampaikan kebaikan dan keunggulan pondok kepada keluarga, tetangga, jamaah pengajian, serta masyarakat sekitar dengan penuh keikhlasan dan rasa bangga.

2. Menampilkan Wajah Fatahillah yang Ramah

Ketika ada calon wali santri yang bertanya atau berkunjung, sambut mereka dengan keramahan, senyuman, dan informasi yang jelas.

Kesan pertama yang mereka rasakan adalah cerminan akhlak dan budaya yang hidup di lingkungan pondok.

3. Terus Mendoakan dan Membimbing

Jangan pernah lelah memohon kepada Allah SWT agar menghadirkan santri-santri yang saleh dan salehah, cerdas, berakhlak mulia, serta sesuai dengan visi dan harapan pengasuh pondok.

Niatkan setiap usaha, waktu, tenaga, dan pengorbanan sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT.

Menjemput Keberkahan Bersama

Para pengabdi Pondok Pesantren Fatahillah yang kami hormati,

Jangan hanya melihat jumlah santri yang datang. Lihatlah keberkahan yang mungkin lahir dari mereka. Satu santri yang terdidik dengan baik dapat tumbuh menjadi kiai, guru, dai, pemimpin umat, atau pelayan masyarakat yang membawa manfaat bagi banyak orang.

Ketika itu terjadi, insya Allah kita semua turut mendapatkan bagian dari pahala dan keberkahannya.Mari jadikan Program Penjaringan Santri Baru Tahun Ajaran 2026–2027 sebagai ladang amal bersama.

Bekerja dengan ikhlas, bergerak dengan kompak, dan bertawakal sepenuhnya kepada Allah SWT.

Semoga setiap langkah, setiap kata, dan setiap tenaga yang kita curahkan untuk menghadirkan santri-santri terbaik di Pondok Pesantren Fatahillah dicatat sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir hingga akhir hayat.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Ya Tuhan kami, terimalah amal kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 127)

Semoga Allah SWT meridhai setiap ikhtiar kita. Aamiin.

]]>
https://ppfatahillah.sch.id/menyatukan-langkah-untuk-penjaringan-santri-baru-2026-2027/feed/ 2
Senyum Bahagia Keluarga Besar MTs Fatahillah https://ppfatahillah.sch.id/senyum-bahagia-keluarga-besar-mts-fatahillah/ https://ppfatahillah.sch.id/senyum-bahagia-keluarga-besar-mts-fatahillah/#comments Sun, 01 Feb 2026 00:01:13 +0000 https://ppfatahillah.sch.id/?p=7057

Suasana penuh kebahagiaan menyelimuti kediaman Ustadzah Siti Aisyah yang beralamat di Desa Liprak, Kecamatan Banyunyar, Kabupaten Probolinggo. Keluarga Besar MTs Fatahillah Sumberkerang berkunjung dengan penuh kehangatan untuk menjenguk kelahiran buah hati tercinta pasangan M. Ja’far Salimuddin dan Siti Aisyah, yaitu seorang putra yang diberi nama Muhammad Naufal Amin.

Kehadiran rombongan dewan guru MTs Fatahillah menjadi wujud nyata rasa kekeluargaan dan kepedulian antar sesama. Senyum bahagia terpancar jelas dari wajah kedua orang tua Muhammad Naufal Amin, kebahagiaan yang turut dirasakan oleh seluruh rekan sejawat yang hadir. Suasana silaturahmi berlangsung akrab, penuh kehangatan, dan diliputi rasa syukur kepada Allah SWT.

Dalam pertemuan tersebut, selain berbagi kebahagiaan atas kelahiran sang buah hati, terselip pula pesan-pesan penuh makna. Para guru saling mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan hubungan antara suami, istri, dan anak, serta pentingnya mengatur jarak kehamilan demi kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Canda ringan pun turut menghangatkan suasana, termasuk doa tulus bagi rekan-rekan guru yang masih sendiri agar segera dipertemukan dengan jodoh terbaik, baik di dunia maupun di akhirat.

Pada kesempatan tersebut, Ustadz Muslimin, Kepala MTs Fatahillah Sumberkerang, menyampaikan harapannya agar kebersamaan dan silaturahmi seperti ini senantiasa terjaga.“Semoga keluarga besar MTs Fatahillah selalu diberkahi kekompakan, dan Muhammad Naufal Amin kelak tumbuh menjadi anak yang saleh, berbakti kepada orang tua, serta menjadi kebanggaan bagi keluarga, agama, dan bangsa,” pungkasnya.

]]>
https://ppfatahillah.sch.id/senyum-bahagia-keluarga-besar-mts-fatahillah/feed/ 3
Anak Lebih Fokus ke Layar HP Saat Makan, Risiko Weight Faltering Perlu Diwaspadai https://ppfatahillah.sch.id/anak-lebih-fokus-ke-layar-hp-saat-makan-risiko-weight-faltering-perlu-diwaspadai/ https://ppfatahillah.sch.id/anak-lebih-fokus-ke-layar-hp-saat-makan-risiko-weight-faltering-perlu-diwaspadai/#respond Wed, 14 Jan 2026 03:39:23 +0000 https://ppfatahillah.sch.id/?p=7029

Kebiasaan makan sambil menatap layar ponsel sering dianggap sebagai solusi agar anak mau membuka mulut dan menghabiskan makanannya. Padahal, kebiasaan ini justru dapat berdampak kurang baik bagi tumbuh kembang anak.

Saat perhatian anak teralihkan ke layar, ia tidak fokus pada proses makan. Akibatnya, asupan gizi harian yang masuk ke tubuh anak sering kali tidak mencukupi secara konsisten. Dalam jangka waktu tertentu, kondisi ini dapat berujung pada weight faltering, yaitu keadaan ketika berat badan anak tidak mengalami kenaikan sesuai dengan usianya dan berisiko berlanjut pada stunting.

Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai

Cepat merasa kenyangMengonsumsi makanan dalam jumlah sangat sedikitSering melewatkan waktu makan karena lebih tertarik pada HP atau gawaiDurasi makan menjadi lebih lama karena tidak fokus1

Anak tampak seperti makan, tetapi:

• Cepat merasa kenyang

• Mengonsumsi makanan dalam jumlah sangat sedikit

• Sering melewatkan waktu makan karena lebih tertarik pada HP atau gawai

• Durasi makan menjadi lebih lama karena tidak fokus

Hal yang sering luput disadari oleh orang tua adalah anak tetap terlihat aktif dan tenang. Namun, ketika berat badan ditimbang secara rutin, angkanya tidak mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

Makan Bukan Sekadar Aktivitas

Makan bukan hanya rutinitas, tetapi merupakan kebutuhan utama tubuh anak untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun mentalnya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mulai membiasakan anak makan tanpa layar, menghadirkan suasana makan yang fokus dan menyenangkan, serta memantau berat badan anak secara berkala.

Satu kebiasaan kecil yang dibentuk hari ini dapat menentukan kesehatan dan kualitas tumbuh kembang anak di masa depan.

Orang tua merupakan pihak yang paling dekat dengan anak dalam kehidupan sehari-hari. Pola asuh, kebiasaan orang tua, serta cara anak menggunakan alat komunikasi seperti HP atau tablet akan sangat menentukan apakah gawai dapat digunakan secara bijak dalam kehidupan keluarga.

(Lailatul Fiqriyah, Guru MTs Fatahillah)

]]>
https://ppfatahillah.sch.id/anak-lebih-fokus-ke-layar-hp-saat-makan-risiko-weight-faltering-perlu-diwaspadai/feed/ 0
KETIKA ADA YANG HANYA MENUMPANG DI LEMBAGA https://ppfatahillah.sch.id/ketika-ada-yang-hanya-menumpang-di-lembaga-2/ https://ppfatahillah.sch.id/ketika-ada-yang-hanya-menumpang-di-lembaga-2/#respond Thu, 07 Aug 2025 07:24:23 +0000 https://ppfatahillah.sch.id/?p=6961
Muslimin, M.Pd.I
(Kamad MTs Fatahillah Sumberkerang)

Kadang kita melihat dan merasa ganjil, ada guru yang semangat luar biasa, berlari lebih dahulu, menarik gas lebih kuat, bahkan rela berkorban tanpa banyak bicara.

Tapi ada juga yang datang kelembaga hanya untuk menggugurkan absen, mengajar tanpa gairah,tanpa persiapan, datang terlambat, pulang lebih cepat dari jadwal mengajar.

Dan tak benar-benar hadir sepenuh hati.Lalu kita bertanya dalam hati, kenapa bisa begitu. Kenapa ada yang setengah hati ditengah-tengah barisan orang-orang yang hadir sepenuh jiwa ?

Jangan heran jika ada orang yang hanya menumpang dilembaga, karena lembaga ini tempat berkumpulnya jiwa-jiwa yang dalam proses, tidak semua sudah sampai pada pemahaman bahwa pekerjaan ini adalah ibadah, bawah mengajar adalah ladang akhirat dan bahwa setiap detik dilembaga ini menjadi bekal masa depan.

Penyakit itu kadang berupa dinginnya hati, keringnya niat atau tumpulnya rasa tanggung jawab, tapi bukan untuk dibenci, melainkan untuk disadarkan, dido’akan dan bila perlu dituntun dengan kasih.

Barangkali mereka belum tersentuh oleh cinta, belum tergerak oleh teladan atau bahkan menunggu sentuhan rohani oleh kita yang lebih dalu paham.Mari jangan lelah walau jadi angin yang tak terlihat, tetap mendorong layar agar kapal terus malaju.

Karena lembaga ini sedang berlayar, dan dalam satu kapal ada yang giat mendayung, ada yang hanya duduk diam, bahkan ada pula yang tanpa sadar melubangi dinding kapal.

Tugas kita bukan mengusir,tapi mengingatkan bahwa jika kapal ini tenggelam semua akan ikut karam.

Jadi jangan heran bila ada penyakit dilembaga, yang penting kita tidak ikut terjangkit Tetaplah jaga niat, kobarkan semangat, dan jadilah bagian dari kesembuhan bukan penyebar luka #Fotnotkamadagustus2025#ayo kita bercermin

]]>
https://ppfatahillah.sch.id/ketika-ada-yang-hanya-menumpang-di-lembaga-2/feed/ 0
Opini MTs Fatahillah https://ppfatahillah.sch.id/opini-mts-fatahillah/ https://ppfatahillah.sch.id/opini-mts-fatahillah/#respond Sat, 26 Jul 2025 10:11:39 +0000 https://ppfatahillah.sch.id/?p=6933 “Bercermin Sebelum Masuk Kelas”

“Guru” adalah sosok yang dalam dunia pendidikan dikenal sebagai digugu lan ditiru—disegani dan dijadikan teladan. Namun, kenyataannya tidak semua yang mengajar pantas digugu dan ditiru. Ada yang tiba-tiba menjadi guru, mendadak mengajar tanpa pernah belajar cara mendidik. Ia bangga menyandang gelar, namun hampa dari makna. Hadir di ruang kelas, tapi tak tahu ke mana arah pendidikan harus dibawa. Bahkan, ia lupa materi pelajaran yang seharusnya diajarkan—naifnya, malah bertanya pada murid: “Sampai di mana kita belajar terakhir?”

Ia fasih berbicara di depan murid, namun lupa memperbaiki diri di hadapan Ilahi.Padahal, mendidik bukan sekadar menyampaikan pelajaran, tetapi menumbuhkan jiwa dan membentuk akhlak. Jika belum mampu mendidik diri sendiri, bagaimana mungkin bisa membentuk generasi yang utuh?

Menjadi guru bukan hanya soal lulus seleksi atau hadir setiap hari.

Guru sejati hadir dengan kesadaran, ketulusan, dan kesiapan—baik secara materi maupun batin.

Ia terus belajar, siap memperbaiki diri, dan berani bercermin dari setiap kekeliruan. Ia membutuhkan hati yang lembut untuk mengasuh, telinga yang peka untuk mendengar, dan akal yang jernih untuk membimbing.

Jangan menjadi guru karena terpaksa oleh keadaan. Jadilah pendidik karena kesadaran dan pilihan. Bangun kesiapan batin, isi ilmu dengan keikhlasan, dan hiasi langkah dengan keteladanan.

Sebab, guru sejati bukanlah mereka yang hanya berdiri di depan kelas, tetapi mereka yang mampu menyalakan cahaya di hati muridnya.

Mendidik bukan tentang apa yang kamu ajarkan, tapi siapa dirimu saat mengajarkannya.”

#GuruYayasanFatahillah

#MTsFatahillahSumberkerang

]]>
https://ppfatahillah.sch.id/opini-mts-fatahillah/feed/ 0
Menapaki Jalan Ilmu: Sejarah MTs dan MA FATAHILLAH https://ppfatahillah.sch.id/menapaki-jalan-ilmu-sejarah-mts-dan-ma-fatahillah/ https://ppfatahillah.sch.id/menapaki-jalan-ilmu-sejarah-mts-dan-ma-fatahillah/#respond Thu, 17 Jul 2025 06:28:25 +0000 https://ppfatahillah.sch.id/?p=6921

Perjalanan berdirinya MTs dan MA FATAHILLAH tidak dapat dipisahkan dari semangat keilmuan dan dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh sosok perintis utamanya, Bapak H. Mursyid, S.E., M.Pd., seorang guru senior yang dikenal disiplin, visioner, dan penuh keteladanan. Beliau lahir pada tanggal 18 Juni 1980, menempuh pendidikan awal di MI dan MTs Salafiyah, kemudian melanjutkan ke SMA Negeri Gending, dan menjadi salah satu alumni berprestasi yang terus mendalami ilmu secara konsisten.

Sejak awal kariernya sebagai pendidik pada tahun 2003, beliau sudah menunjukkan kecintaannya terhadap dunia pendidikan. Latar belakang akademiknya sangat kuat dan membanggakan. Hingga saat ini, beliau telah meraih tiga gelar sarjana (S1) masing-masing dalam bidang Ekonomi Manajemen, Teknik Informatika, dan Ekonomi Pendidikan. Tidak berhenti di situ, beliau melanjutkan ke jenjang S2 dalam bidang Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan bahkan masih berkeinginan untuk menempuh studi magister lagi di bidang Pendidikan Agama Islam (PAI).

Dengan bekal keilmuan yang luas dan jiwa kepemimpinan yang kuat, pada tahun 2011/2012, beliau dipercaya oleh pengasuh Pondok Pesantren FATAHILLAH untuk merintis berdirinya MTs FATAHILLAH. Dalam proses awal pendirian, beliau tidak berjalan sendiri. Bersama Bapak Rusdianto, mereka berdua dikenal sebagai dua tokoh sentral perintis madrasah ini. MTs FATAHILLAH terus berkembang dari tahun ke tahun, hingga pada tahun 2015 kepemimpinan diserahkan kepada Bapak Kholilurrahman, dan sejak 2017 hingga kini, diteruskan oleh Bapak Muslimin.

Tahun 2015 juga menjadi titik penting berdirinya MA FATAHILLAH, yang dimulai di gedung bagian utara bersama dengan SD Islam FATAHILLAH. Kepala madrasah pertama MA FATAHILLAH adalah Bapak Umar Hamdan, kemudian pada tahun 2017, kepemimpinan sempat dijabat oleh Bapak Mursyid sebagai Pelaksana Tugas (PLT) sebelum akhirnya dilanjutkan oleh Bapak Mukhlasi.

Bapak Mursyid juga dikenal sebagai pribadi yang sangat menguasai teknologi dan informasi, dengan kemampuan luar biasa dalam dunia IT, desain digital, hingga manajemen sistem pendidikan modern. Tak heran jika banyak inovasi pembelajaran dan sistem administrasi digital yang digagas di lingkungan yayasan berasal dari tangan dingin beliau.

Di balik sosoknya yang ilmiah dan intelektual, beliau juga dikenal sebagai pribadi yang sederhana, rendah hati, dan senang berbagi. Hobi memasaknya sering kali membawanya menjadi juara 1 lomba memasak, bahkan di sela-sela kesibukan sebagai pendidik. Dalam kehidupan keluarga, beliau telah dikaruniai dua anak laki-laki dan satu perempuan.

Dalam banyak kesempatan, beliau selalu memberikan nasihat kepada para siswa dan santri, salah satunya yang sangat membekas:

“Belajarlah sungguh-sungguh agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Tinggalkan hal-hal yang tidak berguna seperti main HP berlebihan dan pergaulan tidak sehat. Kunci untuk meraih beasiswa dan sukses adalah unggul dalam prestasi.”

Kini, MTs dan MA FATAHILLAH menjadi bagian dari cita-cita besar Pondok Pesantren FATAHILLAH yang telah berdiri sejak tahun 1962, sebagai lembaga yang tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga berakhlak, tangguh, dan siap menghadapi tantangan zaman. Semangat para perintis, khususnya Bapak Mursyid, menjadi pondasi kuat dalam menapaki masa depan pendidikan yang lebih baik dan bermartabat.

Sebagai penutup dalam salah satu kegiatan besar madrasah, acara tersebut ditutup secara khidmat oleh Bapak Muslimin Syaba, yang merupakan perwakilan dari LPA (Lembaga Perlindungan Anak) Kabupaten Probolinggo sekaligus Kepala Madrasah MTs FATAHILLAH. Dalam penutupan tersebut, beliau menyampaikan materi edukatif bertema: “Empat Hak Anak dan Bahaya Perundungan serta Bentuk-Bentuk Bullying di Lingkungan Sekolah.

Melalui momen ini, Bapak Muslimin tidak hanya menutup acara secara formal, tetapi juga memberikan pesan penting bahwa pendidikan karakter dan perlindungan anak adalah fondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat secara mental, spiritual, dan sosial.

]]>
https://ppfatahillah.sch.id/menapaki-jalan-ilmu-sejarah-mts-dan-ma-fatahillah/feed/ 0
Ernawiyadi, M.Pd. Resmi Nahkodai PC PERGUNU Kraksaan 2025–2030, Dua Guru Yayasan Fatahillah Dilantik https://ppfatahillah.sch.id/ernawiyadi-m-pd-resmi-nahkodai-pc-pergunu-kraksaan-2025-2030-dua-guru-yayasan-fatahillah-dilantik/ https://ppfatahillah.sch.id/ernawiyadi-m-pd-resmi-nahkodai-pc-pergunu-kraksaan-2025-2030-dua-guru-yayasan-fatahillah-dilantik/#comments Tue, 20 May 2025 11:04:10 +0000 https://ppfatahillah.sch.id/?p=6827


Yayasan Fatahillah, Dalam suasana penuh khidmat dan semangat perubahan, Ernawiyadi, M.Pd. resmi dilantik sebagai Ketua Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC PERGUNU) Kraksaan untuk periode 2025–2030. Pelantikan berlangsung pada Selasa, 20 Mei 2025 di Auditorium Kampoeng Kita Hotel & Resto, Gading, Kabupaten Probolinggo, dengan dihadiri sejumlah tokoh pendidikan dan NU, termasuk jajaran Pengurus Wilayah PERGUNU Jawa Timur dan Ketua PCNU Kraksaan, Drs. KH. Ahmad Muzammil.

Dalam sambutannya, Ernawiyadi menyampaikan komitmennya untuk menguatkan peran PERGUNU sebagai organisasi yang aktif dalam meningkatkan kualitas guru, mengokohkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, serta mendorong kolaborasi antar lembaga pendidikan untuk kemajuan bersama.

Pelantikan ini juga menjadi momen istimewa bagi dua tenaga pendidik dari Yayasan Fatahillah-Muslimin, M.Pd.I dan Farid, S.Ag yang secara resmi dilantik sebagai pengurus PC PERGUNU Kraksaan periode 2025–2030. Keduanya merupakan kepala Madrasah Tsanawiyah sekaligus pengampu mata pelajaran Al-Qur’an dan Hadist. Kehadiran mereka mewakili Yayasan Fatahillah dalam kegiatan pelantikan, yang menunjukkan kiprah aktif yayasan dalam organisasi profesi guru Nahdlatul Ulama.

Ketua PCNU Kraksaan, KH. Ahmad Muzammil, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus baru. Ia berpesan bahwa organisasi harus berjalan secara koheren, dari pusat hingga daerah. Hal ini diwujudkan melalui:

  1. Program kerja yang sejalan dari atas ke bawah.
  2. Disiplin terhadap norma organisasi—taat terhadap peraturan NU dan AD/ART PERGUNU.
  3. Konsistensi dalam menjalankan agenda dari pusat, wilayah, hingga cabang.
  4. Kepemimpinan yang berjalan sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

KH. Muzammil juga menyampaikan pesan dari Almarhum KH. Abdul Wafi: ع ل ق (Alaqah), yang berarti “Bekerja”. Artinya, setiap pengurus harus membangun keterikatan dan dedikasi dalam bekerja untuk PERGUNU sebagai bentuk pengabdian dan ikatan moral.


]]>
https://ppfatahillah.sch.id/ernawiyadi-m-pd-resmi-nahkodai-pc-pergunu-kraksaan-2025-2030-dua-guru-yayasan-fatahillah-dilantik/feed/ 1
Haflatul Imtihan ke-36 Ponpes Fatahillah Sumberkerang: Momentum Kebersamaan dan Doa https://ppfatahillah.sch.id/haflatul-imtihan-ke-36-ponpes-fatahillah-sumberkerang-momentum-kebersamaan-dan-doa/ https://ppfatahillah.sch.id/haflatul-imtihan-ke-36-ponpes-fatahillah-sumberkerang-momentum-kebersamaan-dan-doa/#comments Mon, 24 Feb 2025 13:29:21 +0000 https://ppfatahillah.sch.id/?p=6799

Pondok Pesantren Fatahillah Sumberkerang, Gending, Probolinggo, kembali menggelar Haflatul Imtihan ke-36 pada 22-23 Februari 2025. Acara yang berlangsung di halaman pesantren ini menjadi momen istimewa bagi para santri, wali santri, serta masyarakat sekitar dalam merayakan keberhasilan dan perkembangan pendidikan di pondok pesantren.Kegiatan diawali dengan pembacaan istighosah dan tahlil sebagai bentuk doa bersama untuk keberkahan dan kelancaran acara.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh panitia dan perwakilan pengurus pesantren. Dalam sambutannya, Nun Muslimin Syaba mengingatkan para santri dan wali santri akan pentingnya menaati tata tertib pesantren serta menjaga akhlak, baik di lingkungan pondok maupun di masyarakat.

Beliau juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara wali santri dengan pihak pengurus dan kepala madrasah di setiap satuan pendidikan. Komunikasi yang erat diharapkan dapat membantu orang tua dalam memantau perkembangan anak-anak mereka selama proses pembelajaran di pesantren. Dukungan, perhatian, dan doa dari orang tua memiliki peran besar dalam keberhasilan para santri dalam menuntut ilmu.

Sebagai bagian dari kebijakan pendidikan di Ponpes Fatahillah, setiap lulusan Madrasah Aliyah Salaf diwajibkan menjalani masa pengabdian selama satu tahun sebelum meninggalkan pesantren. Program ini bertujuan agar para santri dapat mengaplikasikan ilmu yang telah mereka peroleh serta berkontribusi bagi pesantren.

Haflatul Imtihan tahun ini juga menghadirkan sesuatu yang berbeda dengan adanya pertunjukan seni bela diri dari santri putra Fatahillah yang tergabung dalam Perguruan Pencak Silat Taruna Jaya Rayon Fatahillah, di bawah asuhan Abah Zainal Abidin. Mereka menampilkan atraksi memecahkan benda padat yang dipimpin oleh kepala personel pencak silat binaan pesantren. Pertunjukan ini menjadi daya tarik tersendiri dan menambah kemeriahan acara.

Pada hari kedua, saat puncak Haflatul Imtihan, dilaksanakan prosesi wisuda bagi 33 santriwati Madin yang telah lulus program Amsilati. Mereka juga menjalani ujian terbuka yang dipandu oleh para ustaz pembina dalam program baca kitab metode Amsilati. Prosesi ini menjadi bukti keberhasilan mereka dalam memahami dan mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, Haflatul Imtihan tahun ini juga menghadirkan ceramah agama yang disampaikan oleh Habib Mustofa dari Desa Pengalangan, Kecamatan Maron, Probolinggo. Tausiyah yang beliau sampaikan memberikan motivasi serta pemahaman lebih dalam tentang pentingnya ilmu, adab, dan keberkahan dalam kehidupan santri dan masyarakat.

Dengan terselenggaranya Haflatul Imtihan ke-36 ini, diharapkan para santri semakin semangat dalam belajar dan mengamalkan ilmu yang telah didapat. Semoga Pondok Pesantren Fatahillah Sumberkerang terus berkembang dan memberikan manfaat yang luas bagi umat.Pantun dulu: “Buah timun, minuman soda, santri duduk minum Fanta, Dimanapun kita berada, kita tetap santri Fatahillah.”(Cak Imin)

]]>
https://ppfatahillah.sch.id/haflatul-imtihan-ke-36-ponpes-fatahillah-sumberkerang-momentum-kebersamaan-dan-doa/feed/ 2